Apa bisa disebut cinta, bila kehadirannya membawa derita?
Apa bisa disebut cinta, bila tangisan yang berurai selalu ikut serta?
Ketika kita bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia dengan orang lain, apa itu bisa disebut cinta? atau mungkin kemunafikan? yang mereka bilang adalah sebuah ketulusan, atau hanya bagian supaya kita terlihat tulus dimatanya?
Apa yang mereka semua lakukan karena cinta itu disebut cinta?
Aku buta, aku tuli, aku sudah mati rasa akan semua teori tentang cinta.
Yang aku tau, cinta itu tidak dapat dijelaskan. Bagaimana ia bisa muncul, bagaimana ia bisa menghilang. Kadang membekas seolah terpahat, kadang tak berbekas seperti asap.
Cinta itu bukan kata-kata yang diulang sekian juta kali dalam sehari, obralan kata rindu, ungkapan kesakithatian.
Yang aku yakin, bila cinta yang sesungguhnya itu ada dan muncul diantara dua insan manusia, pasti akan terasa. Tak perlu kata, tak perlu harta. Tak perlu pula komitmen bullshit.
Bila ia cinta, dengan senang hati ia akan menjaga hati pasangannya.
Bila ia cinta, dengan senang hati ia takkan berpaling.
Bila ia cinta, dengan senang hati ia akan membantu dan menolong.
Bila ia cinta, dengan senang hati ia akan terbuka.
Bila ia cinta, dengan senang hati dia pasti peduli.
Bila ia cinta, segenap hatinya tak kenal pamrih.
Bila ia rindu, dengan segenap tenaga ia akan mencari, bukan hanya berkata.
Dan bila benar itu cinta, tidak akan pernah ada paksaan, tidak akan ada sebuah perintah, dan tidak akan ada kalimat memohon.
Pacarmu seperti itu? *sigh* Aku yakin hanya ibumu..